Rabu, 09 Desember 2015

Contoh Konflik Agama dan Masyarakat

Pengertian Konflik

Konflik berasal dari kata kerja latin configure, yang berarti saling memukul, yang dimaksud dengan konflik sosial adalah salah satu bentuk interaksi sosial antara satu pihak dengan pihak lain didalam masyarakat yang ditandai dengan adanya sikap saling mengancam, menekan, hingga saling menghancurkan. Konflik sosial sesungguhnya merupakan suatu proses bertemunya dua pihak atau lebih yang mempunnyai kepentingan yang relative sama terhadap hal yang sifatnya terbatas. Dengan demikian, terjadilah persaingan hingga menimbulkan suatu benturan-benturan fisik baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar.

Faktor-Faktor Penyebab Konflik
1. Perbedaan Individu
    Merupakan perbedaan yang menyangkut perasaan, pendirian, pendapat atau ide yang berkaitan dengan harga diri, kebanggaan dan identitas seseorang.
2. Perbedaan Latar Belakang Kebudayaan
    Kepribadian seseorang dibentuk dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Tidak semua masyarakat memiliki nilai-nilai dan norma-norma sosial yang sama. Apa yang dianggap baik oleh suatu masyarakat belum tentu sama dengan apa yang dianggap baik oleh masyarakat.
3. Perbedaan Kepentingan
    Setiap individu atau keompok seringkali memiliki kepentingan yang berbeda dengan individu atau kelompok lainnya. semua itu bergantung dari kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Perbedaan kepentingan ini menyangkut kepentingan ekonomi, politik, sosial, dan budaya.

Contoh Konflik Agama

  • KONFLIK POSO

Ada fakta sejarah yg sangat menarik bahwa gerakan kerusuhan yg dimotori oleh umat Kristen di mulai pada awal Nopember 1998 di Ketapang Jakarta Pusat dan pertengahan Nopember 1998 di Kupang Nusa Tenggara Timur kemudian disusul dgn peristiwa penyerengan umat Kristen terhadap umat Islam di Wailete Ambon pada tanggal 13 Desember 1998. Dan 2500 massa Kristen di bawah pimpinan Herman Parino dgn bersenjata tajam dan panah meneror umat Islam di Kota Poso Sulawesi Tengah pada tanggal 28 Desember 1998. Apakah peristiwa ini realisasi dari pidato Jendral Leonardo Benny Murdani di Singapura dan ceramah Mayjend. Theo Syafei di Kupang Nusa Tenggara Timur?
Tetapi yg jelas Presiden B.J. Habibie yg menurut L.B. Murdani lbh berbahaya dari gabungan Khomaeni Saddam Husein dan Khadafi baru berkuasa 6 bulan saja sehingga perlu digoyang dan kalau perlu dijatuhkan. Apabila fakta-fakta ini dikembangkan dgn lepasnya Timor-Timur dari Negara
Kesatuan Republik Indonesia Gerakan Papua Merdeka dan Gerakan Aceh Merdeka serta tulisan Huntington 1992 setelah Uni Sovyet yg menyatakan bahwa musuh yg paling berbahaya bagi Barat sekarang  adalah umat Islam; dan tulisan Jhon Naisbit dalam bukunya Megatrend yg menyatakan bahwa Indonesia akan terpecah belah menjadi 28 negara kecil-kecil; maka dapat disimpulkan bahwa peristiwa kerusuhan-kerusuhan tersebut adalah suatu rekayasa Barat-Kristen utk menghancurkan umat Islam Indonesia penduduk mayoritas mutlak negeri ini. Kehancuran umat Islam Indonesia berarti kehancuran bangsa Indonesia dan kehancuran bangsa Indonesia berarti kehancuran/kemusnahan Negara Kesatuan Republik Indonesia . Oleh karena itu penyelesaian kerusuhan/konflik Indonesia khususnya Poso tidak sesederhana sebagaimana yg ditempuh oleh Pemerintah RI selama ini sehingga tiga tahun konflik itu berlangsung tidak menunjukkan tanda-tanda selesai malah memendam “bara api dalam sekam”. Hal ini bukan saja ada strategi global di mana kekuatan asing turut bermain tetapi ada juga ikatan agama yg sangat emosional turut berperan. Sebab agama menurut Prof. Tilich “Problem of ultimate Concern” sehingga tiap orang pasti terlibat di mana obyektifitas dan kejujuran sulit dapat diharapkan. Karenanya penyelesaian konflik Poso dgn dialog dan rekonsiliasi bukan saja tidak menyelesaikan konflik tersebut sebagaimana pernah ditempuh tetapi malah memberi peluang kepada masing-masing pihak yg berseteru utk konsolidasi kemudian meledak kembali konflik tersebut dalam skala yg lebih luas dan sadis. Konflik yg dilandasi kepentingan agama ditambah racun dari luar apabila diselesaikan melalui rekonsiliasi seperti kata pribahasa bagaikan membiarkan “bara dalam sekam” yg secara diam-diam tetapi pasti membakar sekam tersebut habis musnah menjadi abu.
Pada tanggal 20 Agustus 2001 umat Islam yg sedang memetik cengkeh di kebunnya di desa Lemoro Kecamatan Tojo Kabupaten Poso diserang oleh 50-60 orang umat Kristen yg berpakaian hitam-hitam membunuh dua orang Muslim dan mengobrak-abrik rumah-rumah orang Islam. Pengungsi Laporan US Comitte of Refugees tentang Indonesia yg diterbitkan Januari 2001 menyebutkan dalam kerusuhan/konflik Poso yg terjadi selama tiga tahun belakangan ini pihak Muslim telah menderita secara tidak seimbang. Dalam laporan itu disebutkan jumlah pengungsi akibat konflik Poso kini sebanyak hampir 80.000 orang dan diperkirakan 60.000 orang adl Muslim.

  • KASUS TOLIKARA

TOLIKARA, KOMPAS — Masyarakat Kecamatan Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, menegaskan tidak ada konflik antaragama yang terjadi di wilayah mereka. Warga menilai kerusuhan yang berujung pembakaran kios yang lalu merembet ke mushala disebabkan miskomunikasi antarkelompok masyarakat dan unsur pimpinan daerah.
 Dalam pantauan Kompas di Kecamatan Karubaga, Senin (20/7) siang, terlihat sejumlah personel Polri dan TNI masih berjaga di sekitar kios yang terbakar. Namun, masyarakat setempat dan warga pendatang sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Sekitar 50 keluarga yang kios dan tempat tinggalnya terbakar sementara tinggal di tenda darurat di halaman Markas Koramil 1702-11/Karubaga.
 Sementara itu, warga setempat menggelar upacara bakar batu guna menutup rangkaian kegiatan seminar kepemudaan yang digelar oleh Gereja Injili di Indonesia (GIDI) di lapangan, beberapa ratus meter dari Markas Koramil. Warga pendatang juga terlihat di antara warga setempat.
 "Kami mengimbau masyarakat di luar Tolikara untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang memancing emosi. Kami di sini sudah tinggal lama. Hubungan juga terjalin harmonis. Jangan ada balas dendam," kata Ali Mukhtar (39), imam Mushala Baitul Muttaqiem di Karubaga.
 Menurut dia, konflik yang berlangsung saat komunitas Muslim menunaikan shalat Id pada Jumat lalu itu disebabkan miskomunikasi. Dia mengaku pihaknya tak menerima surat edaran dari GIDI yang telah direvisi: meminta pelaksanaan shalat agar dilakukan di mushala tanpa menggunakan pengeras suara. Oleh karena itu, ia tetap menggelar shalat Id di halaman masjid. Imbauan itu dikeluarkan pengurus GIDI karena mereka menggelar kegiatan kepemudaan tingkat nasional di lokasi yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi shalat Id.
 Timotius Yanengga (30), tokoh pemuda di Karubaga, mengaku tak tahu mengapa warga yang sudah berhubungan baik selama ini bisa tiba-tiba menjadi berkonflik. Menurut dia, selama ini tidak pernah ada persoalan agama di antara masyarakat setempat dan warga pendatang.
 Menurut Bupati Tolikara Usman G Wanimbo, konflik berawal dari kedatangan sejumlah pemuda yang hendak membubarkan shalat Id di lapangan karena merasa imbauan mereka tak diindahkan. Wanimbo mengatakan, tindakan pemuda itu tak bisa dibenarkan karena beribadah merupakan hak asasi manusia. Tak lama kemudian, massa bisa dipaksa mundur. Namun, saat petugas memberi tembakan peringatan, massa menjadi agresif.
 Di antara tembakan itu, ada yang mengenai warga, hingga menyebabkan seorang remaja tewas. Setelah itu, warga membakar satu kios yang berjarak beberapa puluh meter dari mushala. Karena posisi kios dan mushala berdempetan, mushala yang terbuat dari papan itu juga ikut terbakar. Wanimbo mengatakan akan memediasi para pihak agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Selain itu, kios akan segera dibangun kembali, berikut mushala.
 Kepala Polres Tolikara Ajun Komisaris Besar Soeroso mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari 19 saksi, baik dari masyarakat maupun anggota Polri. Namun, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam insiden tersebut.
 Empat dirawat
Empat korban penembakan dalam insiden di Karubaga, ibu kota Kabupaten Tolikara, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Wamena hingga Senin ini. Rata-rata para korban terkena tembakan di paha dan tangan.
 Data yang dihimpun dari pihak keluarga, identitas para korban yang dirawat di RSUD Wamena adalah Emison Pagawak (13), Aleri wenda, Ailes (29), dan Ketenus Wenda (13).
 Dari pantauan Kompas, Emison salah satu korban, kondisinya masih tampak lemas. Tangan kirinya yang terkena tembakan masih terbalut perban putih. Emison belum mau diwawancara karena masih syok.
 Direktur RSUD Wamena Indrajaya, saat ditemui di ruang perawatan salah satu korban, menuturkan, kondisi para korban sudah membaik.

Contoh Konflik Masyarakat
  • KASUS KONFLIK TEGAL DAN CILACAP
Konflik dapat bersifat tertutup (latent), dapat pula bersifat terbuka (manifest). Konflik berlangsung sejalan dengan dinamika masyarakat. Hanya saja, terdapat katup-katup sosial yang dapat menangkal konflik secara dini, sehingga tidak berkembang meluas. Namun ada pula faktor-faktor di dalam masyarakat yang mudah menyulut konflik menjadi berkobar sedemikian besar, sehingga memporak-porandakan rumah, harta benda lain dan mungkin juga penghuni sistem sosial tersebut secara keseluruhan.
Dalam suasana sistem sosial masyarakat Indonesia yang sangat rentan terhadap berbagai gejolak ini,sedikit  pemicu saja sudah cukup menyebabkan berbagai konflik sosial. Konflik antar desa diTegal (Senin, 10 Juli 2000) dan konflik antar kampung di Cilacap (Kamis, 6 Juli 2000) hanyalah merupakan contoh betapa hal-hal yang bersifat sangat sederhana ternyata dapat menjadi penyulut timbulnya amuk dan kerusuhan massa yang melibatkan bukan hanya pihak-pihak yang bertikai, melainkan juga seluruh desa.
Desa-desa dan kampung-kampung di JawaTengah yang sudah sejak puluhan dan bahkan ratusan tahun hidup dalam keharmonisan antar tetangga dan antar desa tersebut dapat berubah total menjadi saling serang dan saling menghancurkan rumah warga desa lain yang dianggap musuhnya. Pemerintah sebagai penanggung jawab keamanan dan ketertiban dalam masyarakat sangat berperan penting dalam menciptakan suasana harmonis antar berbagai kelompok dalam masyarakat.
Namun,bila pengendalian sosial oleh pemerintah melalui perangkat-perangkat hukumnya tidakberjalan, maka pengendalian sosial dalam bentuk lain akan muncul dalam masyarakat.Sebagaimana berbagai kerusuhan massal yang pernah terjadi sebelumnya, pemicu-pemicu tersebut bukanlah penyebab utama. Ini hanyalah casus belli yang memunculkan konflik terpendam yang berakumulasi secara bertahap. Penyebab utamanya mungkin baru dapatdiketahui setelah suatu kajian yang seksama dilakukan dalam kurun waktu tertentu.
Dalam kaitan inilah, kajian singkat ini ingin diletakkan. Kajian yang ditulis dalam laporan ini,mungkin saja mengalami perubahan dengan berlangsungnya waktu, yaitu dengan semakin diketahuinya faktor-faktor lokal (indigenious factors). Meskipun demikian, laporan initetap di dasarkan atas data sekunder terbatas dengan pendekatan yang kritis.
Tujuan utama dari kajian singkat ini adalah untuk mengidentifikasi konflik, mencari faktor pendorong, pemicu dan penyebab terjadinya konflik yang dampaknya sangat merugikan,serta sebagai basis pembuatan peta daerah rawan konflik . Metode Pendekatan  Data yang digunakan sebagai dasar analisis adalah menggunakan data sekunder dan berbagai berita dari berbagai sumber media massa. Meskipun  demikian, diupayakan dengan mencermati  faktor-faktor setempat yang lebih dominan sebagai penyebab utama (prima causa).

Sumber ;
http://ferlinafitrah.blogspot.co.id/2012/07/10-contoh-konflik-di-indonesia.html?m=1
http://print.kompas.com/baca/2015/07/20/Masyarakat-Tolikara-Tegaskan-Tak-Ada-Konflik-Agama



FUNGSI AGAMA & DIMENSI KOMITMEN AGAMA

Fungsi Agama

  •  Fungsi Agama dalam Masyarakat.
          Agama dalam kehidupan masyarakat sangat penting, misalnya saja dalam                             pembentukan individu seseorang. Fungsi agama dalam masyarakat adalah:
  1. Fungsi agama di bidang sosial : dimana agama bisa membantu para anggota-anggota masyarakat dalam kewajiban social.
  2. Fungsi agama dalam keluarga:  fungsi agama dalam sosialisasi: dapat membantu individu untuk menjadi lebih baik diantara lingkungan masyarakat-masyarakat yang lain supaya dapat berinteraksi dengan baik.

  • Dimensi Komitmen Agama.
         Dimensi komitmen agama menurut Roland Robertson :
  1. Dimensi keyakinan mengandung perkiraan/harapan bahwa orang yang religius akan menganut pandangan teologis tertentu.
  2. Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan berbakti, yaitu perbuatan untuk melaksanakan komitmen agama secara nyata.
  3. Dimensi pengerahuan, dikaitkan dengan perkiraan.
  4. Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, semua agama mempunyai perkiraan tertentu.
  5. Dimensi konsekuensi dari komitmen religius berbeda dengan tingkah laku perseorangan.

  • Tiga Tipe Kaitan Agama dengan Masyarakat.
         Tiga tipe kaitan agama dengan masyarakat :
  1. masyarakat dan nilai-nilai sacral
  2. masyarakat-masyarakat praindustri yang sedang berkembang
  3. masyarakat-masyarakat industri sekuler

  • Pelembagaan Agama.
 Pelembagaan agama adalah apa dan mengapa agama ada, unsur-unsur dan                        bentuknya serta fungsi struktur agama. Dimensi ini mengidentifikasikan pengaruh-pengaruh kepercayaan di dalam kehidupan sehari-hari.

  • Contoh-contoh dan kaitannya tentang konflik yang ada dalam Agama dan Masyarakat.
 Upacara-upacara yang bernuansa agama suku bukannya semakin berkurang tetapi kelihatannya semakin marak di mana-mana terutama di sejumlah desa-desa.
Misalnya saja, demi pariwisata yang mendatangkan banyak uang bagi para pelaku pariwisata, maka upacara-upacara adat yang notabene adalah upacara agama suku mulai dihidupkan di daerah-daerah. Upacara-upacara agama suku yang selama ini ditekan dan dimarjinalisasikan tumbuh sangat subur. Anehnya sebab bukan hanya orang yang masih tinggal di kampung yang menyambut angin segar itu dengan antusias tetapi ternyata orang yang lama tinggal di kotapun menyambutnya dengan semangat membara. Misalnya pemilihan hari-hari tertentu yang diklaim sebagai hari baik untuk melaksanakan suatu upacara. Hal ini semakin menarik sebab mereka itu pada umumnya merupakan pemeluk yang “ fanatik” dari salah satu agama monoteis bahkan pejabat atau pimpinan agama. Jadi pada jaman sekarang pun masih banyak sekali hal yang menghubungkan agama dengan kepercayaan-kepercayaan seperti itu sehingga bisa menimbulkan konflik bagi masyarakat itu sendiri.

Pendapat pribadi :
Sering terjadinya konflik di kalangan masyarakat indonesia karena permasalahan agama, terutama pada masalah penyimpangan agama di negara ini. Menurut saya ini dapat terjadi karena di negara kita terdapat beragam suku, bahasa, bahkan agama. Maka dari itu tidak jarang pula terdapat terdapat kepercayaan – kepercayaan lain di kalangan masyarakat ini. 

Sumber dari :
http://vncyssie.wordpress.com/2010/11/24/agama-dan-masyarakat/
http://hzanblog.blogspot.co.id/2012/02/tugas-softskill-1ka41bab-10.html?m=1

DAFTAR PUSTAKA.                                                                  


Maqmun, Hasan.2011.Ilm

Selasa, 10 November 2015

TUGAS MERESENSI FILM

RESENSI FILM "Something The Lord Made ( The 1st Heart Surgeon )"


Film ini menceritakan tentang seorang lelaki bernama Vieviean dari ras kulit hitam yang memiliki kemampuan dibidang kedokteran namun kuliahnya berhenti pada jenjang diploma karena kekurangan biaya. Suatu saat dia bekerja menjadi tukang bersih-bersih yang selanjutnya dijadikan asisten lab oleh dokter Blalock. Ketika vieviean membersihkan ruangan milik dokter dia membaca buku - buku kedokteran dan dilihat oleh Dr. Blalock, dari situ dokter mengetahui bahwa vieviean sangat ingin menjadi seorang dokter.
Saat dokter akan melakukan penelitian pada bayi dia mengajak vieviean untuk membantunya. Vieviean berhasil menemukan cara dengan melakukan percobaan pada seekor anjing. Saat tiba waktu untuk pengoperasian bayi itu vieviean membantu melakukan operasi didepan dokter dokter lain, dan operasi berhasil. Masyarakat tau bahwa ini jasa dokter Blalock. Vieviean merasa sakit hati karena jasanya tidak diakui. Sehingga dia memutuskan untuk pergi. Namun setelah beberapa saat, dia kembali kepada dokter Blalock karena dia merasa senang disana saat bergelut dibidang kedokteran. Setelah lama bekerja disitu akhirnya dia diangkat menjadi kepala lab tersebut saat dokter Blalock meninggal.
                 

Pelajaran yang bisa diambil dari film tersebut.

  1. Tuntutlah ilmu selagi bisa.  Bukti : Saat vieviean lulus dengan gelar diploma namun dia ingin melanjutkan studinya.
  2. Jangan memandang orang sebelah mata.  Bukti : Jasa vieviean tidak diakui hanya karena dia berasal dari ras hitam.
  3. Ketekunan dan keuletan dapat membuat kita mencapai segala sesuatu yang diinginkan.  Bukti : Walaupun hanya seorang asisten lab dengan pengetahuan yang masih minim namun bisa memecahkan solusi operasi bayi biru karena ketekunannya belajar dan mencoba percobaan-percobaan.
  4. Kreativitas  membuat siapapun dapat menciptakan sesuatu.  Bukti : Dengan kreativitasnya vieviean mampu memberi solusi untuk penanganan bayi biru.
  5. Dengan semangat yang tinggi dan sungguh-sungguh segala sesuatu dapat dicapai dengan mudah.  Bukti : Saat vieviean belum mengerti apa apa dia semangat antusias mencari cara untuk penanganan bayi biru dan berhasil melakukan operasi jantung untuk pertama kalinya.

Film Summary Of Moana 2016

Moana   is the   animated   adventure fantasy   3D   computer   musical comedy , which tells the   adventures of   the main character   “ M...