Rabu, 19 Oktober 2016
Profesi di bidang Teknologi Informasi
Profesi di Bidang Teknologi Infomasi
Difinisi Profesi :
“Suatu lapangan kerja yg memerlukan pendidikan khusus, yang berakhir dengan suatu gelar dari lembaga pendidikan tinggi, serta mengakui adanya kewajiban terhadap masyarakat dan memiliki kode etik yang mengikat setiap orang yang menyandang suatu profesi tertentu”.
Arti lain dari profesi :
“kelompok lapangan kerja khusus, dalam melaksanakan kegiatan memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi, untuk memenuhi kebutuhan rumit manusia, menggunakan keahliannya secara benar, penguasaan pengetahuan yang luas tentang sifat manusia, kondisi masyarakat, serta memiliki disiplin etika pada profesi tersebut.
Ciri-ciri seorang profesional adalah :
— Memiliki pengetahuan yang tinggi di bidang profesinya.
— Memiliki keterampilan yang tinggi di bidang profesinya.
— Memiliki pengetahuan yang luas tentang manusia dan masyarakat, budaya, seni, sejarah dan komunikasi.
— Tanggap terhadap masalah client, paham terhadap isu-isu etis serta tata nilai clientnya.
— Mampu melakukan pendekatan multidispliner.
— Mampu bekerja sama.
— Mampu mengambil keputusan didasarkan kepada kode etik, bila dihadapkan pada situasi dimana pengambilan keputusan berakibat luas terhadap masyarakat.
Posisi Dalam Dunia IT
— Analyst Programmer
— Systems Programmer/ Software Engineer
— Web Designer
— IT Executive
— IT Administrator
— Network Administrator
— Database Administrator
— System Engineer
— Network Support Engineer
— IT Manager
Analyst Programmer
Merancang, membuat ‘code’ (program) dan menguji program untuk mendukung perencanaan pengembangan aplikasi sistem.
Persyaratan :
Mampu mengkonsep dan menerjemahkan spesifikasi, solusi implementasi sistem dan mendokumentasikan serta meninjau ulang prosedur.
Menguasai aplikasi untuk basis data, sistem operasi, teknologi basis data, dan pengklasifikasian data.
Menguasasi bahasa pemrograman.
Mampu menyelaraskan kebutuhan bisnis dengan kebutuhan sistem.
Web Designer
Mengembangkan rancangan inovatif aplikasi web-based beserta isi dari aplikasi tersebut.
Persyaratan:
Menguasai HTML, CSS dan HTML
Menguasai Adobe Photoshop & Illustrator
Memiliki jiwa seni dan harus kreatif
Systems Programmer / Software Engineer
Orang yang menerapkan prinsip-prinsip rekayasa perangkat lunak dalam mendesain, pengembangan, pengujian, dan evaluasi perangkat lunak dan sistem yang membuat komputer atau apapun yang berisi perangkat lunak
Persyaratan :
Memiliki pengetahuan dalam bidang J2EE dan C++.
Memiliki keahlian dalam bidang rekayasa perangkat lunak.
Memiliki pengalaman dalam pengembangan aplikasi client-server atau n-tier.
Memiliki keahlian dalam bidang SQL / MSSQL dan pemrograman orientasi objek.
Memiliki pengetahuan dalam proses bisnis dan siklus metode pengembangan sistem.
IT Executive
Memelihara kecukupan, standard dan kesiapan sistem / infrastruktur untuk memastikan pengoperasiannya dapat efektif dan efisien, serta menerapkan prosedur IT dan proses untuk memastikan data terproteksi secara maksimum.
Persyaratan :
Mengorganisasikan usatu pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan
Cara mengerjakan suatu tugas/pekerjaan
Mengorganisasikan suatu pekerjaan agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan
Memahami apa yang harus dilakukan jika terjadi sesuatu yang berbeda dengan rencana semula
Memahami bagaimana menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk memecahkan masalah dan melaksanakan tugas / pekerjaan dengan kondisi yang berbeda.
IT Administrator
Menyediakan implementasi & administrasi yang meliputi Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN) dan koneksi dial-up, firewall, Proxy serta pendukung teknisnya.
Persyaratan :
Memahami jaringan dan security
Memahami konsep sistem operasi
Memahami Programming (setidaknya memiliki dasar programming)
Memahami Database, setidaknya mengetahui konsepnya dan SQL CRUID (create,update, insert,delete).
Network Administrator
Mengoperasikan jaringan LAN maupun WAN, manajemen sistem serta dukungan terhadap perangkat kerasnya.
Persyaratan :
Menguasai arsitektur sistem jaringan
Menguasai protokol jaringan
Memiliki kemampuan dalam keamanan jaringan dan wawasan tentang perangkat keras, lunak, dan infrastruktur jaringan
Memiliki keahlian dalam prinsip-prinsip ilmu jaringan, kapasitas perencanaan, dan konfigurasi jaringan.
Database Administrator
Bertanggung jawab Untuk administrasi & pemeliharaan teknis yang menyangkut perusahaan dalam pembagian sistem database.
Persyaratan :
Menguasai keterhubungan basis data dan mampu untuk membuat sistem basis data
Menguasai pengklasifikasian data dan pengarsipan
Menguasai pendiagnosaan dan perbaikan basis data
Menguasai mekanisme dari penggabungan, penyimpanan, dan pemulihan basis data.
System Engineer
Menyediakan rancangan sistem & konsultasi terhadap pelanggan serta memberikan respon terhadap permintaan technical queries.
Persyaratan :
Menguasai AD Windows 2008-2012
Menguasai Messaging & Proxy Server
Menguasai Internetworking dan TCP/IP
Menguasai Backup System
Memiliki pengalaman Basic Administration SQL 2008/2012
Mengerti Storage Area Network (SAN)
Network Support Engineer
Menganalisa & ikut ambil bagian dalam pengembangan standardisasi keamanan & implementasi mengendalikan untuk keamanan LAN & WAN.
Persyaratan :
Menguasai arsitektur sistem jaringan
Menguasai protokol jaringan
Memiliki kemampuan dalam keamanan jaringan dan wawasan tentang perangkat keras, lunak, dan infrastruktur jaringan
Memiliki keahlian dalam prinsip-prinsip ilmu jaringan, kapasitas perencanaan, dan konfigurasi jaringan
IT Manager
Mengatur kelancaran dari sistem IT sertaTroubleshooting & membantu organisasi dalam menangani permasalahan IT.
Persyaratan :
Minimal 2 tahun pengalaman dalam bidang IT
Menguasai sistem operasi Window NT dan Unix
Memiliki keahlian tentang perangkat keras komputer dan jaringan komputer
Memahami konsep bisnis (ERP,SCM,CRM)
Memahami IT Solution dan Trend Technology
Referensi
Ø Hari Soetanto, Information Technology, Jakarta, Desember 2006
Ø Bagio Budiardjo, Komputer dan Masyarakat,
Ø Elex Media Komputindo, 1991
Selasa, 18 Oktober 2016
Selasa, 31 Mei 2016
ILMU BUDAYA DASAR
Sejarah Graffiti di Indonesia
Graffiti sudah mulai ada sejak
zaman purba, dahulu masih berupa coretan-coretan biasa di dinding. Kemudian
graffiti terus berkembang di zaman Mesir Kuno dan Romawi. Akan sangat panjang
jika kita membahas sejarah graffiti secara lengkap! Lalu bagaimana dengan
sejarah graffiti di Indonesia sendiri?
Di Indonesia, pada masa perang
kemerdekaan graffiti menjadi alat propaganda yang efektif dalam menggelorakan
semangat melawan penjajah Belanda. Keberanian menuliskan graffiti bisa jadi
mempertaruhkan nyawa si pelakunya. Pelukis Affandi misalnya pada masa
peperangan melawan penjajahan pernah membuat slogan yang dia buat sendiri yang
bertuliskan ”Boeng Ajo Boeng!”. Dia menuliskannya di tembok-tembok jalanan.
Sejarah graffiti Indonesia modern
juga tidak bisa terlepas dari peran tembokbomber.com, sebuah website komunitas
street art terbesar di Indonesia. Tembokbomber ini bermula dari sebuah thread
diskusi berjudul STREET ART di sebuah forum desain grafis lokal bernama Godote
Forum. Thread tersebut dimulai oleh Darbotz, yang saat ini dikenal sebagai
salah satu street artist ternama. Thread yang membahas segala sesuatu tentang
street art ini sangat ramai dan digemari. Mulai dari posting foto-foto
graffiti, membahas teknik stensil, atau sekedar berkomentar. Pada tahun 2003,
atas dasar ketertarikan yang sama terhadap street art, Aram (Wormo – Toter/FAB
Family) berinisiatif mengajak beberapa member Godote Forum yang sering
meramaikan thread street art tersebut untuk membuat sebuah mailing list, khusus
untuk membahas lebih mendalam tentang street art. Orang-orang tersebut adalah
Darbotz, Randy, Booi (RangerBastards), Godo (VektorJunkie), Grompol (mantan Art
Director di Wadezig!) dan Ing (Creative Director/Co-founder Wadezig!).
Selain berdiskusi di milis,
orang-orang ini juga dikenal telah aktif turun ke jalan, dan menjadi awal dari
mewabahnya street art di Indonesia. Darbotz dengan stensil-stensil terorisnya
yang kontroversial, atau Grompol yang memenuhi kota Jogja dengan
stensil-stensil provokatif, dan Aram dengan wheatpaste karakter cacing
betonnya. Stereoflow dan Shake dari FAB Family juga dikenal sebagai salah satu
pionir graffiti di Bandung. Saat itu mereka berdua dikenal sebagai Tag Team.
Sejak itu, pergerakan street art di Indonesia berkembang dengan sangat cepat. Karya-karya Darbotz mulai banyak dibicarakan. Graffiti-graffiti bagus mulai bermunculan. Di jalanan kota Jakarta, Bandung, Jogja, dan kota-kota lainnya mulai banyak terlihat berbagai macam seni jalanan, mulai dari graffiti, stensil, mural, wheatpaste, karakter, dan lain-lain. Perkembangannya yang sangat pesat ini membuat Ke-7 orang yang ada di mailinglist tadi mulai merasakan perlunya wadah atau tempat untuk memamerkan karya-karya jalanan ini. Sebagaimana diketahui, seni jalanan ini umurnya sangat pendek. Hari ini digambar, besok ditimpa oleh gambar lain. Namanya juga ruang publik, jadi siapapun berhak melakukan apa saja.
Terinspirasi dari
woostercollective.com, pada tahun 2004 mereka pun membuat sebuah website yang
berfungsi untuk mendokumentasikan karya-karya seni jalanan ini sekaligus
menjadi wadah komunikasi antar sesama seniman jalanan. Tidak hanya berupa
blog, tembokbombr.com juga membuat sebuah forum khusus street/urban arts. Komunitas yang
tadinya terpecah-pecah, akhirnya disatukan pada satu forum. Tidak ada
keanggotaan, atau eksklusivitas. Siapapun yang merasa melakukan kegiatan seni
rupa di jalanan, boleh meng-klaim dirinya sebagai anggota tembokbomber.
Sepanjang 2005-2009 event-event
urban/street art mewabah di Indonesia. Diawali oleh Medium Rare,
acara pameranurban art yang diprakarsai oleh Whatnot X Tembokbomber
X Footurama, sampai event internasional, Sneaker Pimps. Selama masa
itu, banyak sekali bermunculan street artists atau crew yang kemudian memiliki
nama besar, bahkan hingga saat ini. Sebut saja Darbotz, TotalTerror, FAB
Family, Artcoholic, MASE, UBC, KMC, dan masih banyak lagi. Sejarah
graffiti/street art Indonesia masih terus terukir hingga saat ini. Wadezig!
yang merupakan bagian dari sejarah street art Indonesia ingin terus
berkontribusi dan mendukung perkembangan street art karena itu adalah akar dan
“playground” Wadezig! sendiri.
http://www.wadezig.com/sejarah-graffiti-di-indonesia/
Kelebihan kekurangan Canon 50mm f/1.8dibandingkan Canon 40mm f/2.8 STM by ENCHE TJIN on JULY 5, 2013
Sejak munculnya Canon 40mm f/2.8 STM, banyak pengguna kamera DSLR Canon menjadi agak sedikit kebingungan untuk memilih lensa fix yang ukurannya kecil dan harganya terjangkau ini. Soal ukuran, Canon 40mm f/2.8 STM merupakan lensa terkecil Canon saat ini. Ukuran panjangnya hanya 2.28 cm dan diameter filternya 52mm. Ukurannya yang begitu tipis menghemat tempat dan sekilas terlihat seperti kamera belum terpasang lensanya. Sedangkan 50mm f/1.8 panjangnya 4.1 cm. Sedangkan soal berat kedua lensa sama persis yaitu 130 g.
Kedua lensa adalah lensa Canon EF, artinya lensa ini memiliki diameter yang cukup luas untuk dipakai di kamera bersensor APS-C seperti Canon 650D, 700D, 70D sampai kamera bersensor full frame seperti Canon 5D, 6D dan 1D. Harganya juga tidak terpaut terlalu jauh yaitu sekitar Rp. 800 rb. Untuk memeriksa harga terbaru dan memesan, Anda dapat mengunjungi lazada.co.id
Kedua lensa sangat sederhana, tidak ada indikator jarak fokus atau peredam getar (image stabilization). Barrel untuk manual fokus juga sangat tipis. Soal kualitas badan lensa, Canon 40mm f/2.8 STM terbuat dari bahan plastik yang lebih kuat. Dudukan lensa ke kamera dari bahan logam daripada plastik. Canon 40mm STM juga punya motor fokus yang lebih mulus dan cepat dari 50mm f/1.8. Suara saat fokus juga lebih senyap.
Soal spesifikasi bukaan, f/1.8 lebih besar dari f/2.8 sekitar 1 1/3 stop. Artinya lensa Canon 50mm mampu memasukkan cahaya yang lebih banyak saat mengunakan bukaan maksimum lensa sebanyak 2.6 X lebih banyak ke dalam kamera.
Kalau yang dikejar adalah bokeh alias latar belakang blur, Canon 50mm f/1.8 yang berbukaan lebih besar dan sedikit lebih panjang jarak fokusnya tentunya akan membuat latar belakang yang lebih blur. Tapi f/2.8 memiliki 7 bilah aperture berbentuk bulat yang mampu membuat bagian yang tidak fokus lebih lembut dan bulat. Sedangkan lima bilah di Canon 50mm membuat bentuk bokehnya seperti segilima. Untuk contohnya bisa dilihat di halaman ini (gulung halamannya kebawah sedikit). Soal kualitas ketajamaan gambar, performa kedua lensa sangat tajam terutama saat bukaannya ditutup ke f/4 sampai f/8.
Bukaan yang besar membuat kedua lensa bagus untuk digunakan di kondisi cahaya yang gelap. Tapi jika memotret subjek yang bergerak di kondisi gelap, misalnya anak-anak yang sedang bermain didalam rumah atau memotret konser, 50mm akan lebih baik, karena bukaannya lebih besar dan jarak fokusnya sedikit lebih panjang. 50mm f/1.8 juga cocok untuk pemula yang dananya terbatas.
Jika suka mengunakan kamera DSLR untuk merekam video juga, terutama kamera Canon 650D atau 700D, 40mm f/2.8 STM pilihan yang lebih baik karena autofokus lensanya yang lebih mulus. Karena ukurannya yang sangat ringkas, Canon 40mm juga bagus untuk jalan-jalan dan latihan memotret.
Jadi, kehadiran Canon 40mm f/2.8 tidak untuk menggantikan Canon 50mm f/1.8, tapi lebih untuk melengkapi koleksi lensa Canon EOS. Meskipun punya beberapa persamaan, masing-masing lensa memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri.
Sabtu, 16 April 2016
Menakjubkan, Inilah 9 Ramalan Jayabaya yang Terbukti Kebenarannya
Sabtu, 7 Maret 2015 | 12:58:06
RiauGreen.com - Dalam perjalanan sejarah nusantara, nama Kediri tak bisa dipisahkan dari tokoh yang sangat terkenal dan melegenda, yakni Prabu Jayabaya yang bergelar Sri Maharaja Sri Warmmeswara Madhusudana Wataranindita Parakrama Digjayottunggadewanama Jayabhayalancana.
Jayabaya adalah tokoh yang melahirkan kitab ramalan yang hingga kini masih dianggap memiliki 'tuah' dan dipercaya masih berlaku, yakni Jangka Jayabaya. Salah satu ramalan Jayabaya yang paling kesohor adalah soal para pemimpin negeri ini. Ramalan Jayabaya menyebut bahwa pemimpin Indonesia yang berarti presiden adalah No-To-No-Go-Ro.
Banyak yang percaya dan meyakini dengan ramalan tersebut. Hal ini karena pemimpin di negeri ini sesuai dengan apa yang ditulis Jayabaya, yakni Notonogoro. Namun selain Notonogoro, Raja Kediri ini juga memiliki beberapa ramalan lainnya. Ramalan itu pun diyakini dan benar-benar terjadi.
Berikut sembilan ramalan Jangka Jayabaya yang sudah terbukti terjadi di Tanah Air:
1.Jawa akan terpecah-pecah
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Prof Arysio Santos, Ph.D dalam bukunya Atlantis The Lost Continent Finally Found disebutkan atlantis adalah negeri tropis yang berlimpah mineral dan kekayaan hayati.
Namun segala kemewahan itu lenyap tersapu bencana maha besar yang memisahkan Jawa dari Sumatera, menenggelamkan lebih dari separuh wilayah nusantara. Kejadian itu diperkirakan pada 11.600 tahun yang lalu.
Apa yang diteliti oleh Arysio tersebut menurut ahli sejarah Kediri, Ki Tuwu sebenarnya sudah dijelaskan dalam Kitab Jangka Jayabaya.
"Itu masuk dalam periodesasi zaman besar kedua yang disebut dalam Jangka Jayabaya adalah Zaman Kalijaga artinya zaman tumbuhan. Di Jawa yang saat itu masih menyatu dengan pulau-pulau lain mengalami perubahan, yakni terpecah menjadi pulau-pulau kecil," kata Ki Tuwu.
2.Marak seks bebas
Raja Jayabaya juga banyak memberikan perlambang dan sindiran yang bisa dibuktikan hingga sekarang, contohnya fenomena seks bebas yang hingga kini masih sering terjadi di masyarakat. Menurut paranormal asal Kediri, Jawa Timur, Ki Tuwu, kemahiran Prabu Jayabaya ini dia dapatkan dari Syaikh Syamsuddin Al-Wasil.
Dalam Kitab Jangka Jayabaya pernah diungkapkan bahwa nanti akan banyak kaum laki-laki dan perempuan yang akan kehilangan rasa hormat sampai rasa malu.
"Ada lagi yang menarik ungkapan dalam Jangka Jayabaya yakni wong wadon ilang kawirangane wong lanang ilang prawirane. Artinya banyak perempuan hilang rasa malunya dan banyak laki-laki hilang kehormatannya. Saya tidak mau mendahului kehendak Allah, namun ini sudah terbukti," kata Ki Tuwu.
Yang terakhir Ki Tuwu menukil dari Jangka Jayabaya yakni akeh udan salah mangsa, akeh prawan tua, akeh randa nglairake anak, akeh jabang bayi lahir nggoleki bapake. Artinya banyak hujan turun bukan pada musimnya, banyak perawan tua yang terlambat menikah karena terlalu memilih-milih pasangan dan juga mementingkan karier. Banyak janda melahirkan anak (akibat hubungan bebas) dan banyak yang lahir mencari siapa ayahnya.
"Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua agar tetap eling lan waspada," ujar Ki Tuwu.
3.Praktik korupsi di mana-mana
Kitab Jangka Jayabaya memprediksi akan terjadi praktik korupsi di tanah air yang dulu masih bernama Nusantara. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya pejabat yang haus akan kekuasaan dan melanggar sumpah-sumpah jabatannya.
Perlambang itu lain adalah, akeh janji ora ditetepi, akeh wong nglanggar sumpahe dewe (artinya - banyak orang melanggar janji dan sumpah jabatan yang diartikan untuk para pejabat banyak dilanggar, misalnya hakim berkhianat, pejabat yang korupsi dan lain sebagainya).
Akeh menungso mung ngutamakke duwit, lali kemenungsan, lali kebecikan lali sanak lali kadang (Banyak manusia yang hanya mengutamakan uang, lupa perikemanusiaan, lupa kebaikan dan lupa saudara.
"Silakan dinalar sendiri, kejadian-kejadian yang diramalkan Sang Prabu Jayabaya terbukti," kata Ki Tuwu.
4. Hilangnya pasar pagi
Menurut Ki Tuwu, dalam Kitab Jangka Jayabaya banyak mengeluarkan sindiran untuk kehidupan di masa depan seperti sekarang. Jayabaya bisa memprediksi pasar rakyat yang biasanya ramai di pagi hari kini sudah tak bisa didengar lagi dalam radius 5 km.
Beberapa sindiran tersebut antara lain, Mbesuk yen ana kereta mlaku tanpa jaran, tanah Jawa kalungan wesi, prahu mlaku ing duwur awang-awang, kali ilang kedunge pasar ilang kumandange. Iku tanda yen tekane jaman Joyoboyo wis cedak.
"Kalau diterjemahkan - besok kalau sudah ada kereta berjalan tanpa kuda, tanah Jawa berkalung besi - artinya adanya kereta api, perahu berjalan di atas angkasa - artinya terciptanya pesawat terbang. Sungai hilang kedungnya artinya kehilangan sumber air dan ini sudah terbukti, termasuk pasar hilang kumandangnya, di mana zaman dahulu pasar di pagi hari seperti suara lebah karena suara pedagang dan pembeli bisa terdengar di radius 5 km," kata Ki Tuwu.
5.Munculnya pesawat terbang dan kereta api
Dalam Kitab Jangka Jayabaya banyak mengeluarkan sindiran untuk kehidupan di masa depan seperti sekarang. Jayabaya bisa memprediksi akan muncul pesawat terbang dan kereta api.
Seperti ungkapan Jaya Baya berikut: Mbesuk yen ana kereta mlaku tanpa jaran, tanah Jawa kalungan wesi, prahu mlaku ing duwur awang-awang, kali ilang kedunge pasar ilang kumandange. Iku tanda yen tekane jaman Joyoboyo wis cedak.
"Kalau diterjemahkan - besok kalau sudah ada kereta berjalan tanpa kuda, tanah Jawa berkalung besi - artinya adanya kereta api, perahu berjalan di atas angkasa - artinya terciptanya pesawat terbang. Sungai hilang kedungnya artinya kehilangan sumber air dan ini sudah terbukti, termasuk pasar hilang kumandangnya, di mana zaman dahulu pasar di pagi hari seperti suara lebah karena suara pedagang dan pembeli bisa terdengar di radius 5 km," kata Ki Tuwu.
6.Tren orang mencari pesugihan
Selain memprediksi munculnya teknologi pesawat terbang dan kereta api, dalam Kitab Jangka Jayabaya juga mengatakan akan maraknya fenomena orang-orang tergila-gila dengan pesugihan karena malas untuk bekerja mencari uang.
Perlambang tersebut mengatakan - Akeh wong nyambut gawe apik-apik pada krasa isin, luwih utama ngapusi. Wegah nyambut gawe kepengen kepenak, ngumbar nafsu angkara murka, nggedekake duraka (Banyak orang yang bekerja baik-baik merasa malu, lebih utama menipu. Banyak yang malas bekerja tapi pengen kaya (mencari pesugihan tumbal,red). Banyak orang mengumbar nafsu angkara murka dan memperbesar perbuatan durhaka).
7.Pulau Jawa sering terjadi banjir
Ramalan ini benar-benar terjadi parah di pulau Jawa hingga kini. Raja Jayabaya sudah memprediksi sejak dulu bahwa pulau Jawa akan banyak digenangi banjir. Zaman itu disebut olehnya Zaman Kalatirto.
Zaman Kalatirto atau zaman air, di Jawa sering terjadi banjir karena Sang Hyang Raja Kano yang bertahta di Negara Purwocarito sering menata batu besar untuk membendung kali dan bengawan. Ini dihitung mulai tahun 301-400 tahun surya atau mulai tahun 310-412 tahun candra.
8.No-To-No-Go-Ro
Salah satu ramalan Jayabaya yang paling tersohor adalah soal para pemimpin negeri ini. Ramalan Jayabaya menyebut bahwa pemimpin Indonesia yang berarti presiden adalah No-To-No-Go-Ro.
Banyak yang percaya dan meyakini dengan ramalan tersebut. Hal ini karena pemimpin di negeri ini sesuai dengan apa yang ditulis Jayabaya, yakni Notonogoro. Namun selain Notonogoro, Raja Kediri ini juga memiliki beberapa ramalan lainnya. Ramalan itu pun diyakini dan benar-benar terjadi.
9. Akan ada kulit kuning lepaskan Indonesia dari kekejaman kulit putih
Sakari Ono takjub merasakan kesegaran air kelapa yang membasahi tenggorokannya. Inilah pertama kalinya anggota Batalyon 153 Angkatan Darat Kekaisaran Jepang itu merasakan air kelapa muda. Ono muda begitu terkesan dengan keramahan penduduk di Cilacap, Jawa Tengah. Walau tak banyak interaksi dan terbatas kendala bahasa, Ono merasa disambut baik di Pulau Jawa.
Ono kemudian mengerti masyarakat begitu mempercayai ramalan Jayabaya. Akan ada orang-orang kate berkulit kuning yang akan melepaskan pendudukan Indonesia dari kekejaman bangsa kulit putih. Mereka percaya orang kate itulah para Tentara Jepang.
Selama bertugas di Indonesia, Ono lebih banyak kecewa melihat sikap para tentara Jepang lain. Apalagi masa 1943 sampai awal 1945 di mana tidak ada perang di Jawa. Kemudian, Ono melarikan diri dari militer Jepang dan bergabung dengan tentara Indonesia.
Ono pun mengubah namanya menjadi Shigeru. Sehingga para veteran Jepang mengenalnya sebagai Rahmat Shigeru Ono. Dia kemudian berjuang bersama para pemuda. Dia melatih mereka dan memimpin gerilyawan Indonesia berperang melawan Belanda.
Rahmat Ono adalah tentara Jepang terakhir yang memihak Republik Indonesia. Samurai terakhir ini tutup usia Senin (25/8) lalu di Malang. Di tengah keluarga dan tanah air yang dicintainya. (red)
Source: merdeka.com
http://riaugreen.com/view/Pendidikan/7938/Menakjubkan--Inilah-9-Ramalan-Jayabaya-yang-Terbukti-Kebenarannya.html
Rabu, 13 April 2016
Kisah Tentang Jerusalem dan WADEZIG!
December 7, 2013
Crowds, mungkin di antara kalian sudah ada yang punya sweater, kaos ataupun produk WADEZIG! lainnya yang bertuliskan JERUSALEM. Tapi tahu gak sih sejarah mengenai kota Jerusalem (bahasa ibraninya: Yira Shalem) atau alasan mengapa WADEZIG! memilih untuk mengangkat Jerusalem? Ada beberapa crowd juga yang menanyakan hal itu di twitter dan facebook. Jadi, simak artikel ini agar tahu jawabannya!
Dengan fakta sebagai salah satu kota tertua di dunia, kontribusi Jerusalem terhadap sejarah dunia dimulai 3500 tahun sebelum masehi ketika kitab perjanjian lama mendefinisikan sebuah (lebih) lokasi yang letaknya lebih tinggi dari permukaan di sekitarnya, disusul periode Hyksos di mana Raja Daud menjadikan Urusalim, sebutan Jerusalem pada teks-teks Mesir Kuno, sebagai ibukota dari Negara Israel. Pada periode ini, Jerusalem mulai dibangun sebagai pusat spiritual bangsa Israel dan akhir dari periode keemasan ini ditutup dengan invasi yang dilakukan oleh Raja Nebukhanezar yang meluluhlantahkan Jerusalem beserta bangunan-bangunan suci di dalamnya.
Jerusalem bukan sebuah kota dengan luas sebesar Mount Isa di Australia, sekaya Abu Dhabi atau sepadat Tokyo karena populasinya kurang dari satu juta jiwa. Jerusalem hanya sebuah kota yang dijadikan ibukota oleh Negara Israel yang terletak di pegunungan Yudea dekat laut Mediterania dan Laut Mati. Ditinjau dari budaya dan kekayaan alam hayatinya, tidak ada yang menarik untuk dibicarakan dari Jerusalem. Jadi, untuk apa melibatkan Jerusalem dalam konflik yang dimulai dari penyerangan bangsa Siria tahun 721 SM sampai dengan konflik Israel-Palestina di abad ini selalu meliba33tkan Jerusalem?
Jerusalem adalah kota yang terletak di persimpangan dunia, persimpangan dari banyak sejarah umat manusia di dunia juga persimpangan dari agama-agama samawi di dunia, bahkan di dalam kitab-kitab suci samawi Jerusalem disebut sebagai minuman yang memabukkan bagi orang-orang sekelilingnya dan yang bisa menguasainya adalah orang-orang terpilih.
Talmud bahkan menegaskan bahwa Tuhanlah yang memberi nama Jerusalem dan Tuhan merefleksikan diri dan kekuatan-Nya pada kota ini. Jerusalem merupakan sebuah metafora dunia dalam keadaan yang sempurna, yang menjadikan penduduknya sebagai umat/makhluk yang terpilih, sebuah kota yang diyakini banyak pihak barang siapa yang bisa mengatur Jerusalem akan mengatur memori dunia, mengontrol bagaimana perspektif makhluk terhadap Tuhannya, negaranya dan makhluk lainnya. Tujuan itulah yang ingin dicapai oleh perang salib dan disusul perang-perang lain dengan dalih agama di Jerusalem.
Jerusalem menjadi saksi selama ribuan tahun bagaimana peradaban manusia menjadikan kota yang namanya diambil dari kata kedamaian, harmoni, dan kesempurnaan menjadi sebuah kota yang dipenuhi oleh perang, kebencian, dan konflik kepentingan berkepanjangan. Jerusalem merupakan penjelmaan panggung dunia di mana sifat dasar manusia sebagai aktornya dan memainkan peran sebagai tujuan suci agama untuk memperoleh sebuah piala penghargaan bernama tatanan dunia baru. Pertanyaan yang tersisa hanya, berapa lama durasi dari drama ini?
Sejarahnya yang panjang, keunikan kotanya, dan filosofinya yang sangat dalam itulah yang membuat WADEZIG! memiliki ketertarikan dan kekaguman personal terhadap Jerusalem. Kebetulan pada tahun 2005 sempat muncul tren desain t-shirts yang bertuliskan nama kota-kota besar dunia seperti Manchester, Tokyo, dan London. The naughty side of us tergelitik untuk menyindir dengan membuat parodinya berupa tulisan kota favorit kami yang sangat jauh dari kesan fancy, trendy, atau keren, JERUSALEM! Tapi diluar dugaan, t-shirts yang diproduksi dalam jumlah terbatas tersebut ternyata diminati banyak orang. Bahkan, setelah diproduksi ulang dengan berbagai varian warna, tetap saja mendapat respon yang sangat bagus. Ternyata WADEZIG! berhasil menularkan kekagumannya terhadap Jerusalem kepada banyak orang.
Tahun 2009, WADEZIG! mengangkat issue yang berjudul RAW. Sesuai namanya, saat itu segala sesuatunya mulai dari desain produk, desain grafis, desain promotional stuff, sampai WADEZIG! OfflineStore dibuat bergaya raw, unfinished, dan distortif. Pada isu ini konsep JERUSALEM semakin kuat. Tidak lagi hanya berupa tipografi sebagaimana desain t-shirt awalnya, tapi juga dibuat beberapa artworks bertema Jerusalem. Selain itu juga dikembangkan pada produk lainnya seperti sweater, jaket, dan topi. Dan lagi-lagi, sangat digemari. Jerusalem seperti memiliki fans-nya sendiri. Bahkan untuk beberapa orang, Jerusalem sudah menjadi collectible item. Mereka tidak lagi membeli produk-produk bertema Jerusalem untuk dipakai, tapi untuk dikoleksi. Sangat mirip dengan kota Jerusalem itu sendiri, selalu diperebutkan untuk dimiliki. Selain Jerusalem, tahun 2009 ini WADEZIG! juga mengeluarkan t-shirts series bertema kota-kota konflik, seperti Mogadishu dan Abepura. Tapi yang bertahan dan terus digemari sampai sekarang hanya Jerusalem.
Ini adalah salah satu bukti bahwa WADEZIG! selalu melakukan apa yang disukai bukan apa yang sedang hype. WADEZIG! mengagumi Jerusalem dan menunjukkan rasa kagum tersebut dalam bentuk artworks. Jadi ketika tren fancy cities tersebut pelan-pelan menghilang, Jerusalem tetap bertahan, karena kekaguman itu sama seperti keyakinan, tidak akan berakhir semudah tren berganti.
Bagaimana pendapat kalian mengenai Jerusalem, Crowds? Produk Jerusalem mana saja yang sudah kalian koleksi? Kasih komentar di bawah ini atau mention @WDZG di twitter!
http://www.wadezig.com/2014/wp-content/uploads/2013/12/tees_mei05.jpg
December 7, 2013
Crowds, mungkin di antara kalian sudah ada yang punya sweater, kaos ataupun produk WADEZIG! lainnya yang bertuliskan JERUSALEM. Tapi tahu gak sih sejarah mengenai kota Jerusalem (bahasa ibraninya: Yira Shalem) atau alasan mengapa WADEZIG! memilih untuk mengangkat Jerusalem? Ada beberapa crowd juga yang menanyakan hal itu di twitter dan facebook. Jadi, simak artikel ini agar tahu jawabannya!
Dengan fakta sebagai salah satu kota tertua di dunia, kontribusi Jerusalem terhadap sejarah dunia dimulai 3500 tahun sebelum masehi ketika kitab perjanjian lama mendefinisikan sebuah (lebih) lokasi yang letaknya lebih tinggi dari permukaan di sekitarnya, disusul periode Hyksos di mana Raja Daud menjadikan Urusalim, sebutan Jerusalem pada teks-teks Mesir Kuno, sebagai ibukota dari Negara Israel. Pada periode ini, Jerusalem mulai dibangun sebagai pusat spiritual bangsa Israel dan akhir dari periode keemasan ini ditutup dengan invasi yang dilakukan oleh Raja Nebukhanezar yang meluluhlantahkan Jerusalem beserta bangunan-bangunan suci di dalamnya.
Jerusalem bukan sebuah kota dengan luas sebesar Mount Isa di Australia, sekaya Abu Dhabi atau sepadat Tokyo karena populasinya kurang dari satu juta jiwa. Jerusalem hanya sebuah kota yang dijadikan ibukota oleh Negara Israel yang terletak di pegunungan Yudea dekat laut Mediterania dan Laut Mati. Ditinjau dari budaya dan kekayaan alam hayatinya, tidak ada yang menarik untuk dibicarakan dari Jerusalem. Jadi, untuk apa melibatkan Jerusalem dalam konflik yang dimulai dari penyerangan bangsa Siria tahun 721 SM sampai dengan konflik Israel-Palestina di abad ini selalu meliba33tkan Jerusalem?
Jerusalem adalah kota yang terletak di persimpangan dunia, persimpangan dari banyak sejarah umat manusia di dunia juga persimpangan dari agama-agama samawi di dunia, bahkan di dalam kitab-kitab suci samawi Jerusalem disebut sebagai minuman yang memabukkan bagi orang-orang sekelilingnya dan yang bisa menguasainya adalah orang-orang terpilih.
Talmud bahkan menegaskan bahwa Tuhanlah yang memberi nama Jerusalem dan Tuhan merefleksikan diri dan kekuatan-Nya pada kota ini. Jerusalem merupakan sebuah metafora dunia dalam keadaan yang sempurna, yang menjadikan penduduknya sebagai umat/makhluk yang terpilih, sebuah kota yang diyakini banyak pihak barang siapa yang bisa mengatur Jerusalem akan mengatur memori dunia, mengontrol bagaimana perspektif makhluk terhadap Tuhannya, negaranya dan makhluk lainnya. Tujuan itulah yang ingin dicapai oleh perang salib dan disusul perang-perang lain dengan dalih agama di Jerusalem.
Jerusalem menjadi saksi selama ribuan tahun bagaimana peradaban manusia menjadikan kota yang namanya diambil dari kata kedamaian, harmoni, dan kesempurnaan menjadi sebuah kota yang dipenuhi oleh perang, kebencian, dan konflik kepentingan berkepanjangan. Jerusalem merupakan penjelmaan panggung dunia di mana sifat dasar manusia sebagai aktornya dan memainkan peran sebagai tujuan suci agama untuk memperoleh sebuah piala penghargaan bernama tatanan dunia baru. Pertanyaan yang tersisa hanya, berapa lama durasi dari drama ini?
Sejarahnya yang panjang, keunikan kotanya, dan filosofinya yang sangat dalam itulah yang membuat WADEZIG! memiliki ketertarikan dan kekaguman personal terhadap Jerusalem. Kebetulan pada tahun 2005 sempat muncul tren desain t-shirts yang bertuliskan nama kota-kota besar dunia seperti Manchester, Tokyo, dan London. The naughty side of us tergelitik untuk menyindir dengan membuat parodinya berupa tulisan kota favorit kami yang sangat jauh dari kesan fancy, trendy, atau keren, JERUSALEM! Tapi diluar dugaan, t-shirts yang diproduksi dalam jumlah terbatas tersebut ternyata diminati banyak orang. Bahkan, setelah diproduksi ulang dengan berbagai varian warna, tetap saja mendapat respon yang sangat bagus. Ternyata WADEZIG! berhasil menularkan kekagumannya terhadap Jerusalem kepada banyak orang.
Tahun 2009, WADEZIG! mengangkat issue yang berjudul RAW. Sesuai namanya, saat itu segala sesuatunya mulai dari desain produk, desain grafis, desain promotional stuff, sampai WADEZIG! OfflineStore dibuat bergaya raw, unfinished, dan distortif. Pada isu ini konsep JERUSALEM semakin kuat. Tidak lagi hanya berupa tipografi sebagaimana desain t-shirt awalnya, tapi juga dibuat beberapa artworks bertema Jerusalem. Selain itu juga dikembangkan pada produk lainnya seperti sweater, jaket, dan topi. Dan lagi-lagi, sangat digemari. Jerusalem seperti memiliki fans-nya sendiri. Bahkan untuk beberapa orang, Jerusalem sudah menjadi collectible item. Mereka tidak lagi membeli produk-produk bertema Jerusalem untuk dipakai, tapi untuk dikoleksi. Sangat mirip dengan kota Jerusalem itu sendiri, selalu diperebutkan untuk dimiliki. Selain Jerusalem, tahun 2009 ini WADEZIG! juga mengeluarkan t-shirts series bertema kota-kota konflik, seperti Mogadishu dan Abepura. Tapi yang bertahan dan terus digemari sampai sekarang hanya Jerusalem.
Ini adalah salah satu bukti bahwa WADEZIG! selalu melakukan apa yang disukai bukan apa yang sedang hype. WADEZIG! mengagumi Jerusalem dan menunjukkan rasa kagum tersebut dalam bentuk artworks. Jadi ketika tren fancy cities tersebut pelan-pelan menghilang, Jerusalem tetap bertahan, karena kekaguman itu sama seperti keyakinan, tidak akan berakhir semudah tren berganti.
Bagaimana pendapat kalian mengenai Jerusalem, Crowds? Produk Jerusalem mana saja yang sudah kalian koleksi? Kasih komentar di bawah ini atau mention @WDZG di twitter!
http://www.wadezig.com/2014/wp-content/uploads/2013/12/tees_mei05.jpg
Rabu, 30 Maret 2016
TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
MANFAAT MEMPELAJARI ILMU BUDAYA DASAR BAGI MAHASISWA
DISUSUN OLEH :
AGUNG PRATAMA
(10115283)
1KA11
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang “PENTINGNYA ILMU BUDAYA DASAR BAGI MAHASISWA”.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Bekasi, 30 Maret 2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................i
DAFTAR ISI........................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...........................................................1
1.2 Rumusan Masalah............................................................2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Ilmu Budaya Dasar.................................................................3
2.2 Tujuan Ilmu Budaya Dasar.................................................................6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.....................................................10
3.2 Saran.................................................................10
DAFTAR PUSTAKA..........................................................11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah salah satu komponen dari sejumlah matakuliah Dasar Umum (MKDU), sebagai matakuliah wajib yang menjadi kesatuan dengan matakuliah lain di Perguruan Tinggi.
Secara khusus MKDU bertujaun untuk menghasilkan warga negera sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut:
a. Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai Pancasila dan memiliki intergritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan scbagai sarjana Indonesia.
b.Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya, dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
c. Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalah kehidupan baik sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun pertahanan keamanan.
d. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bcrmasyarakat dan secara bcrsama-sama mampu berperan serta meningkatkan kualitas-nya, maupun lingkungan alamiah dan secara bersama-sama berperan serta di dalam pelestariannya.
1.2 Rumusan Masalah
Terdapat banyak bahasan mengenai MANFAAT MEMPELAJARI ILMU BUDAYA DASAR BAGI MAHASISWA. Namun tidak semua bahasan dapat dibahas dalam makalah ini. Hanya beberapa bahasan yang akan penulis jabarkan pada setiap sub-sub bab sebagai salah satu topik konflik organisasi, antara lain adalah:
1. Apa pengertian dari Ilmu Budaya Dasar ?
2. Apa tujuan mempelajari Ilmu Budaya Dasar?
3. Apa pengertian Kebudayaan?
BAB II
PEMBAHASAAN
2.1 Definisi Ilmu Budaya Dasar
Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat membcrikan pengetahuan dasar dan pengcrtian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah dan kebudayaan.
Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities’. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (fefined). Dengan mempelajari The Humanities diandaikan seseorang ‘akan bisa mcnjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Secara demikian bisa dikatakan bahwa The Humanities berkaitan dengan masalah nilai-nilai, yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar. manusia bisa menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu The Humanities di samping tidak mehinggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Kendatipun demikian, Ilmu Budaya Dasar (atau Basic Humanities) sebagai satu matakuliah tidaklah identik dengan The Humanities (yang disalin ke dalam bahasa Indonesia menjadi: Pengetahuan Budaya).
Pengetahuan Budaya (The Humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian cabang ilmu (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian ini pun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang kahlian lain, seperti seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa dan lain-lain. Sedang Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) sebagaimana dikemukakan di atas, adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Masalah-masalah ini dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), baik secara gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya ataupun dengan menggunakan masing-masing keahlian di dalam pengetahuan budaya (The Humanities). Dengan poerkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasa! dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Dengan perkataan lain dapatlah dikatakan bahwa setelah mendapat matakuliah IBD ini, mahasiswa diharapkan memperlihatkan:
a. Minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi di sekitarnya dan diluar lingkungannya, menelaah apa yang dikcrjakan sendiri dan mengapa.
b. Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari.
c. Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasakannya sudah dapat diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan scbaliknya mcnolak nilai-nilai yang tidak dapat dibenarkan.
2.2 Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Sebagaimana dikemukakan di atas, penyajian Ilmu Budaya Dasar (IBD) tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikem-bftngkan untuk mengkaji msalah-masalah manusia dan kebudayaan, Dengan demikian jelas bahwa matakuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik seorang pakar dalam salah satu bidang keahlian (disiplin) yang termasuk. dalam pengetahuan budaya, akan tetapi Ilmu Budaya Dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Dan bahwa dalam masyarakat yang berkabung semakin Cepat dan rumit ini, mahasiswa harus mcngalami pergeseran nilai-nilai yang , mungkin sekali dapat membuatnya masa bodoh atau putus asa, suatu sikap yang tidak selayaknya dimiliki oleh seorang terpelajar. Bagaimanapun juga, mahasiswa adalah orang-orang muda yang sedang mempelajari cara memberikan tanggapan dan penilaian terhadap apa saja yang terjadi atas dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya. Sudah barang tentu ia perlu dibimbing untuk menemukan cara terbaik yang sesuai dengan dirinya sendiri tanpa harus mengorbankan masyarakat dan alam sekitarnya. Secara tidak langsung Budaya Dasar akan membantu mereka untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Berpijak dari hal di atas, tujuan matakuliah Ilmu Budaya Dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus. Untuk bidag menjangkau tujuan tersebut di atas, diharapkan Ilmu Budaya Dasar dapat:
a.Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
b.Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk dapat memperluas pandangan mereka tcntang masalah kemanusiaan dan budaya, serta mengembangkan daya kritis mercka tcrhadap persoalan-persoalan yang mcnyangkut kedua hal tcrscbut.
c.Mcngusahakan agar mahasiswa sebagai caion pcmimpin bangsa dan ncgara, serta ahli dalatn bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotaan disiplin yang ketat. Usaha ini tcrjadi karcna ruang lingkup pendidikan kita amat dan condong mem-buat manusia spcsialis yang berpandangan kurang luas. Matakuliah ini berusaha menambah kcmampuan mahasiswa untuk menanggapi nilai-nilai dan masalah dalam masyarakat lingkungan mereka khususnya dan masalah seria nilai-nilai umumnya tanpa terlalu terikat oleh disiplin mereka.
d.Mcngusahakan wahana komunikasi para akademisi, agar mercka lebih mampu bcrdialog satu sama lain. Dengan mcmiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan dapat lebih lancar berkomunikasi. Kalau cara berkomunikasi ini selanjutnya akan lebih memperlancar pclaksanaan pembangunan dalam bcrbagai bidang keahlian. Mcskipun spcsialisasi sangat penting, spcsialisasi yang terlalu sempit akan membuat dunia scorang mahasiswa/sarjana menjadi tcrlalu sempit. Masyarakat yang pcrcaya pada pentingnya modcrnisasi tidak akan dapat memanfaat-kan sccara penuh sarjana-sarjana demikian, scbab proses modcrnisasi mcmerlukan orang yang bcrpandangan luas.
Secara umum tujuan IBD adalah Pembentukan dan pengembangan keperibadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala berkenaan dengan kebudayaan dan kemanusiaan, agar daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan lingkungan budaya dapat diperluas. Jika diperinci, maka tujuan pengajaran llmu Budaya Dasar itu adalah:
1.Lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, scrta lebih bertanggung jawab terhadap masalah-masalah tersebut.
2.Mengusahakan kepekaan terhadap nilai-nilai lain untuk lebih mudah menyesuaikan diri
3.Menyadarkan mahasiswa terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati pada nilai-nilai yang hidup pada masyarakat.
4.Mengembangkan daya kritis tcrhadap pcrsoalan kemanusiaan dan kebudayaan.
5.Memiliki latarbelakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia.
6.Menimbulkan minat untuk mendalaminya.
7.Mcndukung dan mcngcmbangkan kebudayaan sendiri dengan kreatif.
8.Tidak terjerumus kepada sifat kedaarahan dan pengkotakan disiplin ilmu.
9.Menambahkan kemampuan mahasiswa untuk mcnanggapi masalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat Indonesia dan dunia tanpa terpikat oleh disiplin mereka.
10.Mempunyai kesamaan bahan pembicaraan, tempat berpijak mengenai masalah kemanusiaan dan kebudayaan.
11.Terjalin interaksi antara cendekiawan yang berbeda keahlian agar lebih positif dan komunikatif.
12.Menjembatani para sarjana yang berbeda keahliannya dalam bertugas menghadapi masalah kemanusiaan dan budaya.
13.Memperlancar pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang yang ditangani oleh berbagai cendekiawan.
14..Agar mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun.
15.Agar mampu memenuhi tuntutan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dharma pendidikan.
Dari kerangka tujuan yang telah dikemukakan tersebut diatas, dua masalah pokok biasa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian matakuliah Ilmu Budaya Dasar (IBD). Kedua masalah pokok tersebut ialah :
a.Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya mcrupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapal didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) di dalam pengetahuan budaya, maupun sccara gabungan (anlar bidang) bcrbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
b.Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman.
Proses budaya sebagai kemapanan Emosional
Dari Basic Cultural , akan dapat diketahui kemapanan emosi dan sosialnya. Dan ini akan berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung dengan adat kebiasaan hidupnya sehari-hari dalam interaksinya (pergaulan) dengan manusia lain, pengaruh lain yang ditimbulkan secara individu adalah ketrampilan yang diperoleh dari interaksi yang terjadi terus-menerus tersebut, sehingga bisa melekat pada diri individu itu selama-lamanya. Seperti bunyi pepatah “ Lain lading lain belalang-lain lubuk lain pula Ikannya “ artinya disuatu tempat akan beda cara dan kebiasaanya sehari-hari dengan tempat lain.
Bidang ilmu yang dibawanya kelak juga akan dipengaruhi oleh budaya dan adapt istiadat yang sudah melekat dalam dirinya.
Maka seringkali kita saksikan, sebuah perilaku sosial yang menyimpang dari adat kebiasaan yang lazim, Dan itu terjadi 1 orang dari 10 orang yang lain yang memiliki sikap yang berbeda. Namun kita tidak bisa menjustifikasi atau menghakimi tindakan dia salah, karena fenomena yang terjadi pada diri seseorang berasal dari kejadian yang ditimbulkan sebelumnya.Sikap-sikap tersebut adalah :
1.Angkuh
2.Sombong
3.Mau menang Sendiri
4.Egois
5.Sektarian
6.Acuh tak acuh
Sikap-sikap tersebut akan terbawa pada saat mereka memiliki kepandaian atau pengetahuan, sehingga akan menjadi lain manakala ilmu tersebut digunakan pada hal-hal yang buruk.
Ada sementara orang yang mengatakan bahwa sikap yang berbeda akan membawa dampak kemajuan dalam hidupnya, tetapi dilain pihak ada yang mengatakan sebaliknya, yaitu membawa kehancuran dalam dirinya. Yang terbaik adalah keselarasan yaitu membentuk sikap yang selaras dan sesuai dengan norma-norma yang ada di masyarakat. Dari perpaduan orang yang memiliki pribadi yang baik dan ilmu yang dimiliki, akan berguna bagi umat manusia.
Berkesenian dapat membentuk sikap dan pribadi yang baik, hal ini dapat dilakukan apabila seseorang memahami proses sebuah penciptaan karya seni, dimana dari awalnya ada proses : “ CIPTA – RASA – KARSA “
1.CIPTA : Adalah sebuah proses perenungan yang dilakukan dengan kontemplasi, yang dalam hal ini didasarkan dari kedalaman ilmu seseorang dari olah batin, pengetahuan, wawasan serta ketajaman intuisi seseorang hingga tercipta sebuah karya seni.
2.RASA : Setelah proses pertama selesai, maka selanjutnya dari hasil penciptaan hingga menghasilkan karya seni tersebut sebelum di edarkan atau diinformasikan pada orang lain, dirasakan terlebih dahulu oleh sang pembuatnya. Dari proses ini terjadi perpaduan antara pikiran dan perasaan sehingga terjadi dialog yang kemudian bisa memutuskan layak dan tidaknya karya ini ditampilkan.
3.KARSA : setelah selesai dalam proses pengkombinasian tersebut, maka kemudian dilakukan proses tahapan terakhir yaitu mengkarsakan atau memvisualisasikan dalam bentuk gerakan, lukisan, tulisan atau bentuk lain yang diinginkan.
Proses – proses tahapan tersebut terjadi begitu cepat, tergantung dari kemampuan seseorang dalam memadukan segala potensi yang dimilikinya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ilmu Budaya Dasar (IBD) sebagai mata kuliah dasar umum (MKDU), diberikan kepada mahasiswa di seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta, bertujuan untuk mengembangkan daya tangkap, persepsi, penalaran, dan apresiasi mahasiswa terhadap lingkungan budaya. Ada dua hal yang menyebabkan pentingnya pembahasan materi itu, yaitu.
Pertama, tema-tema IBD merupakan tema-tema inti permasalahan dasar manusia yang dialami dan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, seperti tema-tema yang telah disusun oleh Konsorsium Antar Bidang yang meliputi cinta kasih, keindahan, penderitaan, keadilan, pandangan hidup, tanggung jawab, kegelisahan, dan harapan.
Kedua, pada saat ini, terdapat kecenderungan bahwa ilmu atau ilmuwan sering mengabaikan sikap dan perilaku moral. Banyak di antara ilmuwan yang menganggap bahwa aspek moral itu tidak penting. Menurutnya, aspek yang lebih penting daripada moral dalam suatu ilmu adalah ontologis dan epistemologis. Apabila hal itu yang terjadi, maka ia akan mengabaikan unsur manusiawinya, kurang berbudaya, dan tidak peka terhadap permasalahan moral. Untuk mengantisipasi hal itu, setiap sarjana dirasa perlu memahami aspek budaya.
Penyusunan buku ini disiapkan dalam beberapa aspek pokok.Mengingat tema IBD sangat luas, maka pembahasannya dilakukan dengan pendekatan multidisiplin ilmu pengetahuan, seperti budaya, filsafat, etika, dan agama. Mengingat begitu luasnya wawasan tema IBD. Dalam buku ini juga dilampirkan tulisan-tulisan ilmuwan yang berkiprah dalam masalah humaniora. Tulisan-tulisan itu bertujuan untuk pendalaman materi pokok IBD melalui pengembangan daya imajinasi dan apresiasi mahasiswa.
3.2 Saran
Mengingat begitu pentingnya mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, maka sebaiknya pertemuan antara dosen dengan mahasiswa lebih di perbanyak. Dengan adanya mata kuliah ini, dosen dapat mengetahui perkembangan mahasiswa.
DAFTAR PUSTAKA
https://bayu96ekonomos.wordpress.com/modul-materikuliah/modul-ilmu-budaya-dasar/
MANFAAT MEMPELAJARI ILMU BUDAYA DASAR BAGI MAHASISWA
DISUSUN OLEH :
AGUNG PRATAMA
(10115283)
1KA11
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang “PENTINGNYA ILMU BUDAYA DASAR BAGI MAHASISWA”.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Bekasi, 30 Maret 2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................i
DAFTAR ISI........................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...........................................................1
1.2 Rumusan Masalah............................................................2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Ilmu Budaya Dasar.................................................................3
2.2 Tujuan Ilmu Budaya Dasar.................................................................6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.....................................................10
3.2 Saran.................................................................10
DAFTAR PUSTAKA..........................................................11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah salah satu komponen dari sejumlah matakuliah Dasar Umum (MKDU), sebagai matakuliah wajib yang menjadi kesatuan dengan matakuliah lain di Perguruan Tinggi.
Secara khusus MKDU bertujaun untuk menghasilkan warga negera sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut:
a. Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai Pancasila dan memiliki intergritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan scbagai sarjana Indonesia.
b.Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya, dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
c. Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalah kehidupan baik sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun pertahanan keamanan.
d. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bcrmasyarakat dan secara bcrsama-sama mampu berperan serta meningkatkan kualitas-nya, maupun lingkungan alamiah dan secara bersama-sama berperan serta di dalam pelestariannya.
1.2 Rumusan Masalah
Terdapat banyak bahasan mengenai MANFAAT MEMPELAJARI ILMU BUDAYA DASAR BAGI MAHASISWA. Namun tidak semua bahasan dapat dibahas dalam makalah ini. Hanya beberapa bahasan yang akan penulis jabarkan pada setiap sub-sub bab sebagai salah satu topik konflik organisasi, antara lain adalah:
1. Apa pengertian dari Ilmu Budaya Dasar ?
2. Apa tujuan mempelajari Ilmu Budaya Dasar?
3. Apa pengertian Kebudayaan?
BAB II
PEMBAHASAAN
2.1 Definisi Ilmu Budaya Dasar
Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat membcrikan pengetahuan dasar dan pengcrtian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah dan kebudayaan.
Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities’. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (fefined). Dengan mempelajari The Humanities diandaikan seseorang ‘akan bisa mcnjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Secara demikian bisa dikatakan bahwa The Humanities berkaitan dengan masalah nilai-nilai, yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar. manusia bisa menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu The Humanities di samping tidak mehinggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Kendatipun demikian, Ilmu Budaya Dasar (atau Basic Humanities) sebagai satu matakuliah tidaklah identik dengan The Humanities (yang disalin ke dalam bahasa Indonesia menjadi: Pengetahuan Budaya).
Pengetahuan Budaya (The Humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian cabang ilmu (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian ini pun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang kahlian lain, seperti seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa dan lain-lain. Sedang Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) sebagaimana dikemukakan di atas, adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Masalah-masalah ini dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), baik secara gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya ataupun dengan menggunakan masing-masing keahlian di dalam pengetahuan budaya (The Humanities). Dengan poerkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasa! dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Dengan perkataan lain dapatlah dikatakan bahwa setelah mendapat matakuliah IBD ini, mahasiswa diharapkan memperlihatkan:
a. Minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi di sekitarnya dan diluar lingkungannya, menelaah apa yang dikcrjakan sendiri dan mengapa.
b. Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari.
c. Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasakannya sudah dapat diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan scbaliknya mcnolak nilai-nilai yang tidak dapat dibenarkan.
2.2 Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Sebagaimana dikemukakan di atas, penyajian Ilmu Budaya Dasar (IBD) tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikem-bftngkan untuk mengkaji msalah-masalah manusia dan kebudayaan, Dengan demikian jelas bahwa matakuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik seorang pakar dalam salah satu bidang keahlian (disiplin) yang termasuk. dalam pengetahuan budaya, akan tetapi Ilmu Budaya Dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Dan bahwa dalam masyarakat yang berkabung semakin Cepat dan rumit ini, mahasiswa harus mcngalami pergeseran nilai-nilai yang , mungkin sekali dapat membuatnya masa bodoh atau putus asa, suatu sikap yang tidak selayaknya dimiliki oleh seorang terpelajar. Bagaimanapun juga, mahasiswa adalah orang-orang muda yang sedang mempelajari cara memberikan tanggapan dan penilaian terhadap apa saja yang terjadi atas dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya. Sudah barang tentu ia perlu dibimbing untuk menemukan cara terbaik yang sesuai dengan dirinya sendiri tanpa harus mengorbankan masyarakat dan alam sekitarnya. Secara tidak langsung Budaya Dasar akan membantu mereka untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Berpijak dari hal di atas, tujuan matakuliah Ilmu Budaya Dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus. Untuk bidag menjangkau tujuan tersebut di atas, diharapkan Ilmu Budaya Dasar dapat:
a.Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
b.Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk dapat memperluas pandangan mereka tcntang masalah kemanusiaan dan budaya, serta mengembangkan daya kritis mercka tcrhadap persoalan-persoalan yang mcnyangkut kedua hal tcrscbut.
c.Mcngusahakan agar mahasiswa sebagai caion pcmimpin bangsa dan ncgara, serta ahli dalatn bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotaan disiplin yang ketat. Usaha ini tcrjadi karcna ruang lingkup pendidikan kita amat dan condong mem-buat manusia spcsialis yang berpandangan kurang luas. Matakuliah ini berusaha menambah kcmampuan mahasiswa untuk menanggapi nilai-nilai dan masalah dalam masyarakat lingkungan mereka khususnya dan masalah seria nilai-nilai umumnya tanpa terlalu terikat oleh disiplin mereka.
d.Mcngusahakan wahana komunikasi para akademisi, agar mercka lebih mampu bcrdialog satu sama lain. Dengan mcmiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan dapat lebih lancar berkomunikasi. Kalau cara berkomunikasi ini selanjutnya akan lebih memperlancar pclaksanaan pembangunan dalam bcrbagai bidang keahlian. Mcskipun spcsialisasi sangat penting, spcsialisasi yang terlalu sempit akan membuat dunia scorang mahasiswa/sarjana menjadi tcrlalu sempit. Masyarakat yang pcrcaya pada pentingnya modcrnisasi tidak akan dapat memanfaat-kan sccara penuh sarjana-sarjana demikian, scbab proses modcrnisasi mcmerlukan orang yang bcrpandangan luas.
Secara umum tujuan IBD adalah Pembentukan dan pengembangan keperibadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala berkenaan dengan kebudayaan dan kemanusiaan, agar daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan lingkungan budaya dapat diperluas. Jika diperinci, maka tujuan pengajaran llmu Budaya Dasar itu adalah:
1.Lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, scrta lebih bertanggung jawab terhadap masalah-masalah tersebut.
2.Mengusahakan kepekaan terhadap nilai-nilai lain untuk lebih mudah menyesuaikan diri
3.Menyadarkan mahasiswa terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati pada nilai-nilai yang hidup pada masyarakat.
4.Mengembangkan daya kritis tcrhadap pcrsoalan kemanusiaan dan kebudayaan.
5.Memiliki latarbelakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia.
6.Menimbulkan minat untuk mendalaminya.
7.Mcndukung dan mcngcmbangkan kebudayaan sendiri dengan kreatif.
8.Tidak terjerumus kepada sifat kedaarahan dan pengkotakan disiplin ilmu.
9.Menambahkan kemampuan mahasiswa untuk mcnanggapi masalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat Indonesia dan dunia tanpa terpikat oleh disiplin mereka.
10.Mempunyai kesamaan bahan pembicaraan, tempat berpijak mengenai masalah kemanusiaan dan kebudayaan.
11.Terjalin interaksi antara cendekiawan yang berbeda keahlian agar lebih positif dan komunikatif.
12.Menjembatani para sarjana yang berbeda keahliannya dalam bertugas menghadapi masalah kemanusiaan dan budaya.
13.Memperlancar pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang yang ditangani oleh berbagai cendekiawan.
14..Agar mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun.
15.Agar mampu memenuhi tuntutan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dharma pendidikan.
Dari kerangka tujuan yang telah dikemukakan tersebut diatas, dua masalah pokok biasa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian matakuliah Ilmu Budaya Dasar (IBD). Kedua masalah pokok tersebut ialah :
a.Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya mcrupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapal didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) di dalam pengetahuan budaya, maupun sccara gabungan (anlar bidang) bcrbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
b.Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman.
Proses budaya sebagai kemapanan Emosional
Dari Basic Cultural , akan dapat diketahui kemapanan emosi dan sosialnya. Dan ini akan berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung dengan adat kebiasaan hidupnya sehari-hari dalam interaksinya (pergaulan) dengan manusia lain, pengaruh lain yang ditimbulkan secara individu adalah ketrampilan yang diperoleh dari interaksi yang terjadi terus-menerus tersebut, sehingga bisa melekat pada diri individu itu selama-lamanya. Seperti bunyi pepatah “ Lain lading lain belalang-lain lubuk lain pula Ikannya “ artinya disuatu tempat akan beda cara dan kebiasaanya sehari-hari dengan tempat lain.
Bidang ilmu yang dibawanya kelak juga akan dipengaruhi oleh budaya dan adapt istiadat yang sudah melekat dalam dirinya.
Maka seringkali kita saksikan, sebuah perilaku sosial yang menyimpang dari adat kebiasaan yang lazim, Dan itu terjadi 1 orang dari 10 orang yang lain yang memiliki sikap yang berbeda. Namun kita tidak bisa menjustifikasi atau menghakimi tindakan dia salah, karena fenomena yang terjadi pada diri seseorang berasal dari kejadian yang ditimbulkan sebelumnya.Sikap-sikap tersebut adalah :
1.Angkuh
2.Sombong
3.Mau menang Sendiri
4.Egois
5.Sektarian
6.Acuh tak acuh
Sikap-sikap tersebut akan terbawa pada saat mereka memiliki kepandaian atau pengetahuan, sehingga akan menjadi lain manakala ilmu tersebut digunakan pada hal-hal yang buruk.
Ada sementara orang yang mengatakan bahwa sikap yang berbeda akan membawa dampak kemajuan dalam hidupnya, tetapi dilain pihak ada yang mengatakan sebaliknya, yaitu membawa kehancuran dalam dirinya. Yang terbaik adalah keselarasan yaitu membentuk sikap yang selaras dan sesuai dengan norma-norma yang ada di masyarakat. Dari perpaduan orang yang memiliki pribadi yang baik dan ilmu yang dimiliki, akan berguna bagi umat manusia.
Berkesenian dapat membentuk sikap dan pribadi yang baik, hal ini dapat dilakukan apabila seseorang memahami proses sebuah penciptaan karya seni, dimana dari awalnya ada proses : “ CIPTA – RASA – KARSA “
1.CIPTA : Adalah sebuah proses perenungan yang dilakukan dengan kontemplasi, yang dalam hal ini didasarkan dari kedalaman ilmu seseorang dari olah batin, pengetahuan, wawasan serta ketajaman intuisi seseorang hingga tercipta sebuah karya seni.
2.RASA : Setelah proses pertama selesai, maka selanjutnya dari hasil penciptaan hingga menghasilkan karya seni tersebut sebelum di edarkan atau diinformasikan pada orang lain, dirasakan terlebih dahulu oleh sang pembuatnya. Dari proses ini terjadi perpaduan antara pikiran dan perasaan sehingga terjadi dialog yang kemudian bisa memutuskan layak dan tidaknya karya ini ditampilkan.
3.KARSA : setelah selesai dalam proses pengkombinasian tersebut, maka kemudian dilakukan proses tahapan terakhir yaitu mengkarsakan atau memvisualisasikan dalam bentuk gerakan, lukisan, tulisan atau bentuk lain yang diinginkan.
Proses – proses tahapan tersebut terjadi begitu cepat, tergantung dari kemampuan seseorang dalam memadukan segala potensi yang dimilikinya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ilmu Budaya Dasar (IBD) sebagai mata kuliah dasar umum (MKDU), diberikan kepada mahasiswa di seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta, bertujuan untuk mengembangkan daya tangkap, persepsi, penalaran, dan apresiasi mahasiswa terhadap lingkungan budaya. Ada dua hal yang menyebabkan pentingnya pembahasan materi itu, yaitu.
Pertama, tema-tema IBD merupakan tema-tema inti permasalahan dasar manusia yang dialami dan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, seperti tema-tema yang telah disusun oleh Konsorsium Antar Bidang yang meliputi cinta kasih, keindahan, penderitaan, keadilan, pandangan hidup, tanggung jawab, kegelisahan, dan harapan.
Kedua, pada saat ini, terdapat kecenderungan bahwa ilmu atau ilmuwan sering mengabaikan sikap dan perilaku moral. Banyak di antara ilmuwan yang menganggap bahwa aspek moral itu tidak penting. Menurutnya, aspek yang lebih penting daripada moral dalam suatu ilmu adalah ontologis dan epistemologis. Apabila hal itu yang terjadi, maka ia akan mengabaikan unsur manusiawinya, kurang berbudaya, dan tidak peka terhadap permasalahan moral. Untuk mengantisipasi hal itu, setiap sarjana dirasa perlu memahami aspek budaya.
Penyusunan buku ini disiapkan dalam beberapa aspek pokok.Mengingat tema IBD sangat luas, maka pembahasannya dilakukan dengan pendekatan multidisiplin ilmu pengetahuan, seperti budaya, filsafat, etika, dan agama. Mengingat begitu luasnya wawasan tema IBD. Dalam buku ini juga dilampirkan tulisan-tulisan ilmuwan yang berkiprah dalam masalah humaniora. Tulisan-tulisan itu bertujuan untuk pendalaman materi pokok IBD melalui pengembangan daya imajinasi dan apresiasi mahasiswa.
3.2 Saran
Mengingat begitu pentingnya mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, maka sebaiknya pertemuan antara dosen dengan mahasiswa lebih di perbanyak. Dengan adanya mata kuliah ini, dosen dapat mengetahui perkembangan mahasiswa.
DAFTAR PUSTAKA
https://bayu96ekonomos.wordpress.com/modul-materikuliah/modul-ilmu-budaya-dasar/
Langganan:
Postingan (Atom)
Film Summary Of Moana 2016
Moana is the animated adventure fantasy 3D computer musical comedy , which tells the adventures of the main character “ M...
-
Sejarah Graffiti di Indonesia Graffiti sudah mulai ada sejak zaman purba, dahulu masih berupa coretan-coretan biasa di dinding. Kem...
-
Hilang sesaat .... Bila ingat masa lalu Masa dimana kita satu Kata suka sudah biasa Tidak ada rasa duka ketika pagi ucap suka Siang ...
-
MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR MANFAAT MEMPELAJARI ILMU BUDAYA DASAR BAGI MAHASISWA ...





